Doa & Zikir

Doa umroh dan haji, zikir harian, doa keseharian, dan Asmaul Husna. Tiap doa berdiri sendiri — langsung cari yang dibutuhkan.

Perjalanan 3

Sejak meninggalkan rumah sampai tiba di Tanah Suci.

Doa Bepergian Saat kendaraan mulai berjalan meninggalkan rumah.
Doa Bepergian

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى

Subḥānallażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hāżal-birra wat-taqwā wa minal-‘amali mā tarḍā.

Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridai.

  • Dibaca setelah duduk di kendaraan, sebelum atau tepat saat berangkat.

Sumber: HR Muslim, dari Ibnu Umar r.a.

Doa Naik Kendaraan Saat menaiki pesawat, bus, atau kereta.
Doa Naik Kendaraan

بِسْمِ اللَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ

Bismillāh, alḥamdulillāh, Allāhu akbar.

Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Allah Mahabesar.

  • Takbir dibaca tiga kali sebelum doa bepergian.

Sumber: HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Ali bin Abi Thalib r.a.

Doa Memasuki Kota Saat tiba di Jeddah, Makkah, atau Madinah.
Doa Memasuki Kota

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا

Allāhumma rabbas-samāwātis-sab‘i wa mā aẓlalna, as’aluka khaira hāżihil-qaryati wa khaira ahlihā, wa a‘ūżu bika min syarrihā wa syarri ahlihā.

Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan segala yang dinaunginya, aku mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan penduduknya.

Sumber: HR Nasa’i dan Hakim, dari Shuhaib r.a.

Ihram & Talbiyah 5

Niat di miqat dan bacaan sepanjang berihram.

Niat Ihram Umroh Di miqat, setelah mandi dan memakai kain ihram.
Niat Ihram Umroh

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Labbaikallāhumma ‘umratan.

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk berumroh.

  • Diucapkan saat mulai berihram, bukan sebelum sampai miqat.
  • Jamaah yang khawatir tertahan boleh menambahkan syarat: "Allāhumma maḥillī ḥaiṡu ḥabastanī" — ya Allah, tempat tahallulku adalah di mana saja Engkau menahanku.

Sumber: HR Bukhari dan Muslim.

Niat Ihram Haji Di miqat, atau di Makkah bagi jamaah haji tamattu.
Niat Ihram Haji

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا

Labbaikallāhumma ḥajjan.

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk berhaji.

  • Haji qiran menggabungkan keduanya: "Labbaikallāhumma ḥajjan wa ‘umratan".

Sumber: HR Bukhari dan Muslim.

Talbiyah Diucapkan berulang sejak berihram sampai mulai tawaf (umroh) atau sampai melontar jumrah Aqabah (haji).
Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

  • Laki-laki mengeraskan suaranya, perempuan secukupnya terdengar sendiri.
  • Diulang sesering mungkin, terutama saat berganti keadaan: naik kendaraan, menuruni lembah, bertemu rombongan lain.

Sumber: HR Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar r.a.

Doa Setelah Talbiyah Sesudah mengucapkan talbiyah.
Doa Setelah Talbiyah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

Allāhumma innī as’aluka riḍāka wal-jannah, wa a‘ūżu bika min sakhaṭika wan-nār.

Ya Allah, aku memohon rida-Mu dan surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka.

Sumber: Diamalkan sebagian ulama setelah talbiyah; lafaznya tidak terikat, boleh berdoa dengan kalimat sendiri.

Doa Memasuki Tanah Haram Saat melewati batas tanah haram menuju Makkah.
Doa Memasuki Tanah Haram

اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ، وَآمِنِّي مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Allāhumma hāżā ḥaramuka wa amnuka fa ḥarrimnī ‘alan-nār, wa āminnī min ‘ażābika yauma tab‘aṡu ‘ibādak.

Ya Allah, ini adalah tanah haram-Mu dan tempat aman-Mu, maka haramkanlah aku dari api neraka, dan berilah aku rasa aman dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.

Sumber: Diamalkan turun-temurun; tidak ada lafaz khusus yang wajib, boleh berdoa dengan kalimat sendiri.

Masjidil Haram & Tawaf 8

Dari pandangan pertama pada Ka’bah sampai air Zamzam.

Doa Masuk Masjid Saat melangkah masuk Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
Doa Masuk Masjid

بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Bismillāh waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā rasūlillāh, Allāhummaftaḥ lī abwāba raḥmatik.

Dengan nama Allah, selawat dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

  • Masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu.

Sumber: HR Muslim, dari Abu Humaid r.a.

Doa Melihat Ka’bah Saat pandangan pertama kali jatuh pada Ka’bah.
Doa Melihat Ka’bah

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

Allāhumma zid hāżal-baita tasyrīfan wa ta‘ẓīman wa takrīman wa mahābah, wa zid man syarrafahū wa karramahū mimman ḥajjahū awi‘tamarahū tasyrīfan wa takrīman wa ta‘ẓīman wa birrā.

Ya Allah, tambahkanlah pada rumah ini kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan. Dan tambahkanlah kepada orang yang memuliakannya dari kalangan yang berhaji atau berumroh, kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan.

  • Inilah salah satu waktu doa paling mustajab. Siapkan permohonan yang paling Anda inginkan sebelum sampai, supaya tidak tergagap saat kesempatannya tiba.

Sumber: Diriwayatkan secara mursal dan diamalkan sebagian ulama; saat ini adalah waktu mustajab, jadi perbanyak doa dengan kalimat sendiri.

Doa Memulai Tawaf (Istilam Hajar Aswad) Setiap kali memulai putaran, sejajar dengan Hajar Aswad.
Doa Memulai Tawaf (Istilam Hajar Aswad)

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Bismillāhi wallāhu akbar.

Dengan nama Allah, dan Allah Mahabesar.

  • Kalau tidak sampai menyentuh atau mencium, cukup berisyarat dengan tangan kanan ke arah Hajar Aswad lalu bertakbir. Jangan berdesakan sampai menyakiti orang lain — itu justru mengurangi keutamaan.
  • Tangan tidak dicium setelah berisyarat.

Sumber: HR Bukhari; takbir saat istilam dari Ibnu Abbas r.a.

Doa Selama Putaran Tawaf Di antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani, pada tiap putaran.
Doa Selama Putaran Tawaf

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.

Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.

  • Tidak perlu memaksakan bacaan panjang yang harus selesai tepat satu putaran. Berdoalah dengan bahasa sendiri, berzikir, atau membaca Al-Qur’an.
  • Bacaan yang tergesa-gesa demi mengejar hitungan putaran justru menghilangkan kekhusyukan yang jadi tujuannya.

Sumber: Tidak ada doa khusus yang wajib untuk tiap putaran. Rasulullah ﷺ tidak mengkhususkan bacaan tertentu selain di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad Pada tiap putaran, di sisi terakhir sebelum Hajar Aswad.
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘ażāban-nār.

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.

  • Inilah satu-satunya bacaan yang dikhususkan pada tempat tertentu dalam tawaf.
  • Rukun Yamani cukup diusap bila memungkinkan, tanpa takbir dan tanpa berisyarat bila tidak sampai.

Sumber: QS Al-Baqarah: 201; dibaca Rasulullah ﷺ di tempat ini (HR Abu Dawud).

Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf.
Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Wattakhiżū mim maqāmi ibrāhīma muṣallā.

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat salat.

  • Dua rakaat, membaca Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
  • Bila padat, salatlah di mana saja di dalam Masjidil Haram. Tidak perlu memaksa berdiri persis di belakang maqam.

Sumber: QS Al-Baqarah: 125; dibaca Rasulullah ﷺ saat menuju maqam (HR Muslim).

Doa di Multazam Di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, bila memungkinkan.
Doa di Multazam

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ، أَتَيْتُكَ بِذُنُوبٍ كَثِيرَةٍ وَأَعْمَالٍ سَيِّئَةٍ، وَهَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ، فَاغْفِرْ لِي

Allāhumma innī ‘abduka wabnu ‘abdik, ataituka biżunūbin kaṡīratin wa a‘mālin sayyi’ah, wa hāżā maqāmul-‘ā’iżi bika minan-nār, fagfir lī.

Ya Allah, aku hamba-Mu dan anak hamba-Mu. Aku datang kepada-Mu dengan dosa yang banyak dan amal yang buruk. Ini adalah tempat orang yang berlindung kepada-Mu dari neraka, maka ampunilah aku.

  • Jangan memaksakan diri menembus kerumunan. Keutamaan tempat tidak sebanding dengan menyakiti sesama jamaah.

Sumber: Lafaznya tidak terikat riwayat tertentu; yang dianjurkan adalah memperbanyak doa di tempat ini.

Doa Minum Air Zamzam Setiap kali meminum air Zamzam.
Doa Minum Air Zamzam

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Allāhumma innī as’aluka ‘ilman nāfi‘ā, wa rizqan wāsi‘ā, wa syifā’an min kulli dā’.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.

  • Disunnahkan menghadap kiblat, membaca basmalah, minum dalam tiga tegukan sambil bernapas di luar gelas, lalu memuji Allah.

Sumber: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. secara mauquf; air Zamzam diminum sesuai niat peminumnya (HR Ibnu Majah).

Sa’i & Tahallul 4

Shafa, Marwah, dan penutup rangkaian umroh.

Doa Menuju Shafa Saat mendekati bukit Shafa untuk memulai sa’i.
Doa Menuju Shafa

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh. Abda’u bimā bada’allāhu bih.

Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Aku memulai dengan apa yang Allah mulai dengannya.

  • Dibaca sekali saja, saat pertama kali mendekati Shafa.

Sumber: QS Al-Baqarah: 158; ucapan Rasulullah ﷺ saat mendekati Shafa (HR Muslim).

Doa di Atas Shafa dan Marwah Setiap kali berada di atas Shafa maupun Marwah.
Doa di Atas Shafa dan Marwah

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Lā ilāha illallāhu waḥdah, anjaza wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.

Allah Mahabesar (tiga kali). Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada tuhan selain Allah semata; Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan sekutu sendirian.

  • Dibaca menghadap kiblat, diulang tiga kali, dan di antaranya berdoa dengan permohonan sendiri.
  • Naik ke atas bukit secukupnya sampai terlihat Ka’bah; tidak wajib naik sampai puncak.

Sumber: HR Muslim, dari Jabir bin Abdullah r.a.

Doa di Antara Dua Lampu Hijau Saat melintasi tanda lampu hijau, tempat berlari kecil.
Doa di Antara Dua Lampu Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Rabbigfir warḥam, innaka antal-a‘azzul-akram.

Ya Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah, sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia.

  • Berlari kecil hanya untuk laki-laki, dan hanya di antara dua tanda hijau. Perempuan berjalan biasa sepanjang sa’i.

Sumber: Diamalkan sebagian ulama; lafaznya tidak terikat, boleh berdoa dengan kalimat sendiri.

Doa Tahallul Saat mencukur atau memotong rambut sesudah sa’i.
Doa Tahallul

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَضَى عَنَّا نُسُكَنَا

Allāhummagfir lil-muḥalliqīn. Alḥamdu lillāhil-lażī qaḍā ‘annā nusukanā.

Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mencukur rambutnya. Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan ibadah kami.

  • Laki-laki lebih utama mencukur habis; memendekkan juga sah asalkan merata di seluruh kepala.
  • Perempuan cukup memotong ujung rambut seukuran ruas jari.
  • Sesudah ini seluruh larangan ihram berakhir dan umroh selesai.

Sumber: Doa Rasulullah ﷺ bagi yang bercukur (HR Bukhari dan Muslim); kalimat penutupnya diamalkan turun-temurun.

Madinah 4

Ziarah Masjid Nabawi, Raudhah, dan Baqi’.

Salam kepada Rasulullah ﷺ Di depan makam Rasulullah ﷺ di Masjid Nabawi.
Salam kepada Rasulullah ﷺ

السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Assalāmu ‘alaika yā rasūlallāh wa raḥmatullāhi wa barakātuh. Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad.

Semoga keselamatan atasmu wahai Rasulullah, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

  • Berdiri dengan suara rendah dan tidak berlama-lama; di belakang Anda ada ribuan jamaah yang menunggu giliran.
  • Berdoa hanya kepada Allah. Meminta kepada penghuni makam tidak dibenarkan.

Sumber: Adab ziarah yang diamalkan para sahabat dan ulama.

Salam kepada Abu Bakar dan Umar r.a. Setelah salam kepada Rasulullah ﷺ, bergeser sedikit ke kanan.
Salam kepada Abu Bakar dan Umar r.a.

السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَبَا بَكْرٍ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا عُمَرُ، السَّلَامُ عَلَيْكُمَا وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalāmu ‘alaika yā Abā Bakr, assalāmu ‘alaika yā ‘Umar, assalāmu ‘alaikumā wa raḥmatullāhi wa barakātuh.

Semoga keselamatan atasmu wahai Abu Bakar, semoga keselamatan atasmu wahai Umar, semoga keselamatan atas kalian berdua beserta rahmat Allah dan berkah-Nya.

Sumber: Adab ziarah yang diamalkan para sahabat dan ulama.

Doa di Raudhah Saat mendapat giliran masuk Raudhah.
Doa di Raudhah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا

Allāhumma innī as’alukal-jannata wa a‘ūżu bika minan-nār. Allāhumma aḥsin ‘āqibatanā fil-umūri kullihā.

Ya Allah, aku memohon surga kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu dari neraka. Ya Allah, baikkanlah kesudahan kami dalam segala urusan.

  • Waktunya dibatasi dan sangat padat. Dahulukan salat dua rakaat, lalu berdoa singkat, lalu berikan tempat kepada yang berikutnya.
  • Pendaftaran masuk Raudhah dilakukan lewat aplikasi Nusuk.

Sumber: Raudhah adalah tempat mustajab; lafaz doanya bebas. Rasulullah ﷺ menyebutnya taman dari taman-taman surga (HR Bukhari dan Muslim).

Doa Ziarah Baqi’ dan Pemakaman Saat memasuki pemakaman Baqi’ atau Ma’la.
Doa Ziarah Baqi’ dan Pemakaman

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Assalāmu ‘alaikum ahlad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn, wa innā in syā’allāhu bikum lāḥiqūn, nas’alullāha lanā wa lakumul-‘āfiyah.

Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni tempat ini dari kalangan mukmin dan muslim. Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian.

  • Ziarah kubur bagi perempuan mengikuti aturan setempat.

Sumber: HR Muslim, dari Buraidah r.a.

Perpisahan & Pulang 3

Tawaf wada’ dan kembali ke tanah air.

Doa Keluar Masjid Saat melangkah keluar dari masjid.
Doa Keluar Masjid

بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Bismillāh waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā rasūlillāh, Allāhumma innī as’aluka min faḍlik.

Dengan nama Allah, selawat dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu.

  • Keluar dengan kaki kiri terlebih dahulu.

Sumber: HR Muslim, dari Abu Humaid r.a.

Doa Tawaf Wada’ Pada tawaf perpisahan, sebelum meninggalkan Makkah.
Doa Tawaf Wada’

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَارْزُقْنِي الْعَوْدَ إِلَيْهِ مَرَّاتٍ

Allāhumma lā taj‘alhu ākhiral-‘ahdi bibaitikal-ḥarām, warzuqnil-‘auda ilaihi marrāt.

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini pertemuan terakhirku dengan rumah-Mu yang mulia, dan karuniakanlah kepadaku untuk kembali berkali-kali.

  • Tawaf wada’ adalah amalan terakhir di Makkah — sesudahnya langsung berangkat, tidak berbelanja lagi.
  • Perempuan yang sedang haid tidak melakukan tawaf wada’.

Sumber: Lafaznya tidak terikat riwayat tertentu; tawaf wada’ sendiri diperintahkan dalam HR Bukhari dan Muslim.

Doa Kembali ke Tanah Air Saat perjalanan pulang dan tiba kembali di rumah.
Doa Kembali ke Tanah Air

آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Āyibūna tā’ibūna ‘ābidūna lirabbinā ḥāmidūn.

Kami kembali, bertobat, beribadah, dan memuji Tuhan kami.

Sumber: HR Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar r.a.