Doa & Zikir
Doa umroh dan haji, zikir harian, doa keseharian, dan Asmaul Husna. Tiap doa berdiri sendiri — langsung cari yang dibutuhkan.
Perjalanan 3
Sejak meninggalkan rumah sampai tiba di Tanah Suci.
Doa Bepergian Saat kendaraan mulai berjalan meninggalkan rumah.
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى
Subḥānallażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hāżal-birra wat-taqwā wa minal-‘amali mā tarḍā.
Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridai.
- Dibaca setelah duduk di kendaraan, sebelum atau tepat saat berangkat.
Sumber: HR Muslim, dari Ibnu Umar r.a.
Doa Naik Kendaraan Saat menaiki pesawat, bus, atau kereta.
بِسْمِ اللَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ
Bismillāh, alḥamdulillāh, Allāhu akbar.
Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Allah Mahabesar.
- Takbir dibaca tiga kali sebelum doa bepergian.
Sumber: HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Ali bin Abi Thalib r.a.
Doa Memasuki Kota Saat tiba di Jeddah, Makkah, atau Madinah.
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا
Allāhumma rabbas-samāwātis-sab‘i wa mā aẓlalna, as’aluka khaira hāżihil-qaryati wa khaira ahlihā, wa a‘ūżu bika min syarrihā wa syarri ahlihā.
Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan segala yang dinaunginya, aku mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan penduduknya.
Sumber: HR Nasa’i dan Hakim, dari Shuhaib r.a.
Ihram & Talbiyah 5
Niat di miqat dan bacaan sepanjang berihram.
Niat Ihram Umroh Di miqat, setelah mandi dan memakai kain ihram.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaikallāhumma ‘umratan.
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk berumroh.
- Diucapkan saat mulai berihram, bukan sebelum sampai miqat.
- Jamaah yang khawatir tertahan boleh menambahkan syarat: "Allāhumma maḥillī ḥaiṡu ḥabastanī" — ya Allah, tempat tahallulku adalah di mana saja Engkau menahanku.
Sumber: HR Bukhari dan Muslim.
Niat Ihram Haji Di miqat, atau di Makkah bagi jamaah haji tamattu.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا
Labbaikallāhumma ḥajjan.
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk berhaji.
- Haji qiran menggabungkan keduanya: "Labbaikallāhumma ḥajjan wa ‘umratan".
Sumber: HR Bukhari dan Muslim.
Talbiyah Diucapkan berulang sejak berihram sampai mulai tawaf (umroh) atau sampai melontar jumrah Aqabah (haji).
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
- Laki-laki mengeraskan suaranya, perempuan secukupnya terdengar sendiri.
- Diulang sesering mungkin, terutama saat berganti keadaan: naik kendaraan, menuruni lembah, bertemu rombongan lain.
Sumber: HR Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar r.a.
Doa Setelah Talbiyah Sesudah mengucapkan talbiyah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
Allāhumma innī as’aluka riḍāka wal-jannah, wa a‘ūżu bika min sakhaṭika wan-nār.
Ya Allah, aku memohon rida-Mu dan surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka.
Sumber: Diamalkan sebagian ulama setelah talbiyah; lafaznya tidak terikat, boleh berdoa dengan kalimat sendiri.
Doa Memasuki Tanah Haram Saat melewati batas tanah haram menuju Makkah.
اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ، وَآمِنِّي مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ
Allāhumma hāżā ḥaramuka wa amnuka fa ḥarrimnī ‘alan-nār, wa āminnī min ‘ażābika yauma tab‘aṡu ‘ibādak.
Ya Allah, ini adalah tanah haram-Mu dan tempat aman-Mu, maka haramkanlah aku dari api neraka, dan berilah aku rasa aman dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.
Sumber: Diamalkan turun-temurun; tidak ada lafaz khusus yang wajib, boleh berdoa dengan kalimat sendiri.
Masjidil Haram & Tawaf 8
Dari pandangan pertama pada Ka’bah sampai air Zamzam.
Doa Masuk Masjid Saat melangkah masuk Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Bismillāh waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā rasūlillāh, Allāhummaftaḥ lī abwāba raḥmatik.
Dengan nama Allah, selawat dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.
- Masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu.
Sumber: HR Muslim, dari Abu Humaid r.a.
Doa Melihat Ka’bah Saat pandangan pertama kali jatuh pada Ka’bah.
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا
Allāhumma zid hāżal-baita tasyrīfan wa ta‘ẓīman wa takrīman wa mahābah, wa zid man syarrafahū wa karramahū mimman ḥajjahū awi‘tamarahū tasyrīfan wa takrīman wa ta‘ẓīman wa birrā.
Ya Allah, tambahkanlah pada rumah ini kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan. Dan tambahkanlah kepada orang yang memuliakannya dari kalangan yang berhaji atau berumroh, kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan.
- Inilah salah satu waktu doa paling mustajab. Siapkan permohonan yang paling Anda inginkan sebelum sampai, supaya tidak tergagap saat kesempatannya tiba.
Sumber: Diriwayatkan secara mursal dan diamalkan sebagian ulama; saat ini adalah waktu mustajab, jadi perbanyak doa dengan kalimat sendiri.
Doa Memulai Tawaf (Istilam Hajar Aswad) Setiap kali memulai putaran, sejajar dengan Hajar Aswad.
بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Bismillāhi wallāhu akbar.
Dengan nama Allah, dan Allah Mahabesar.
- Kalau tidak sampai menyentuh atau mencium, cukup berisyarat dengan tangan kanan ke arah Hajar Aswad lalu bertakbir. Jangan berdesakan sampai menyakiti orang lain — itu justru mengurangi keutamaan.
- Tangan tidak dicium setelah berisyarat.
Sumber: HR Bukhari; takbir saat istilam dari Ibnu Abbas r.a.
Doa Selama Putaran Tawaf Di antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani, pada tiap putaran.
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.
Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.
- Tidak perlu memaksakan bacaan panjang yang harus selesai tepat satu putaran. Berdoalah dengan bahasa sendiri, berzikir, atau membaca Al-Qur’an.
- Bacaan yang tergesa-gesa demi mengejar hitungan putaran justru menghilangkan kekhusyukan yang jadi tujuannya.
Sumber: Tidak ada doa khusus yang wajib untuk tiap putaran. Rasulullah ﷺ tidak mengkhususkan bacaan tertentu selain di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad Pada tiap putaran, di sisi terakhir sebelum Hajar Aswad.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘ażāban-nār.
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.
- Inilah satu-satunya bacaan yang dikhususkan pada tempat tertentu dalam tawaf.
- Rukun Yamani cukup diusap bila memungkinkan, tanpa takbir dan tanpa berisyarat bila tidak sampai.
Sumber: QS Al-Baqarah: 201; dibaca Rasulullah ﷺ di tempat ini (HR Abu Dawud).
Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf.
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Wattakhiżū mim maqāmi ibrāhīma muṣallā.
Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat salat.
- Dua rakaat, membaca Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
- Bila padat, salatlah di mana saja di dalam Masjidil Haram. Tidak perlu memaksa berdiri persis di belakang maqam.
Sumber: QS Al-Baqarah: 125; dibaca Rasulullah ﷺ saat menuju maqam (HR Muslim).
Doa di Multazam Di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, bila memungkinkan.
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ، أَتَيْتُكَ بِذُنُوبٍ كَثِيرَةٍ وَأَعْمَالٍ سَيِّئَةٍ، وَهَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ، فَاغْفِرْ لِي
Allāhumma innī ‘abduka wabnu ‘abdik, ataituka biżunūbin kaṡīratin wa a‘mālin sayyi’ah, wa hāżā maqāmul-‘ā’iżi bika minan-nār, fagfir lī.
Ya Allah, aku hamba-Mu dan anak hamba-Mu. Aku datang kepada-Mu dengan dosa yang banyak dan amal yang buruk. Ini adalah tempat orang yang berlindung kepada-Mu dari neraka, maka ampunilah aku.
- Jangan memaksakan diri menembus kerumunan. Keutamaan tempat tidak sebanding dengan menyakiti sesama jamaah.
Sumber: Lafaznya tidak terikat riwayat tertentu; yang dianjurkan adalah memperbanyak doa di tempat ini.
Doa Minum Air Zamzam Setiap kali meminum air Zamzam.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Allāhumma innī as’aluka ‘ilman nāfi‘ā, wa rizqan wāsi‘ā, wa syifā’an min kulli dā’.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.
- Disunnahkan menghadap kiblat, membaca basmalah, minum dalam tiga tegukan sambil bernapas di luar gelas, lalu memuji Allah.
Sumber: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. secara mauquf; air Zamzam diminum sesuai niat peminumnya (HR Ibnu Majah).
Sa’i & Tahallul 4
Shafa, Marwah, dan penutup rangkaian umroh.
Doa di Atas Shafa dan Marwah Setiap kali berada di atas Shafa maupun Marwah.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Lā ilāha illallāhu waḥdah, anjaza wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.
Allah Mahabesar (tiga kali). Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada tuhan selain Allah semata; Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan sekutu sendirian.
- Dibaca menghadap kiblat, diulang tiga kali, dan di antaranya berdoa dengan permohonan sendiri.
- Naik ke atas bukit secukupnya sampai terlihat Ka’bah; tidak wajib naik sampai puncak.
Sumber: HR Muslim, dari Jabir bin Abdullah r.a.
Doa di Antara Dua Lampu Hijau Saat melintasi tanda lampu hijau, tempat berlari kecil.
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ
Rabbigfir warḥam, innaka antal-a‘azzul-akram.
Ya Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah, sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia.
- Berlari kecil hanya untuk laki-laki, dan hanya di antara dua tanda hijau. Perempuan berjalan biasa sepanjang sa’i.
Sumber: Diamalkan sebagian ulama; lafaznya tidak terikat, boleh berdoa dengan kalimat sendiri.
Doa Tahallul Saat mencukur atau memotong rambut sesudah sa’i.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَضَى عَنَّا نُسُكَنَا
Allāhummagfir lil-muḥalliqīn. Alḥamdu lillāhil-lażī qaḍā ‘annā nusukanā.
Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mencukur rambutnya. Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan ibadah kami.
- Laki-laki lebih utama mencukur habis; memendekkan juga sah asalkan merata di seluruh kepala.
- Perempuan cukup memotong ujung rambut seukuran ruas jari.
- Sesudah ini seluruh larangan ihram berakhir dan umroh selesai.
Sumber: Doa Rasulullah ﷺ bagi yang bercukur (HR Bukhari dan Muslim); kalimat penutupnya diamalkan turun-temurun.
Madinah 4
Ziarah Masjid Nabawi, Raudhah, dan Baqi’.
Salam kepada Rasulullah ﷺ Di depan makam Rasulullah ﷺ di Masjid Nabawi.
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Assalāmu ‘alaika yā rasūlallāh wa raḥmatullāhi wa barakātuh. Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad.
Semoga keselamatan atasmu wahai Rasulullah, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
- Berdiri dengan suara rendah dan tidak berlama-lama; di belakang Anda ada ribuan jamaah yang menunggu giliran.
- Berdoa hanya kepada Allah. Meminta kepada penghuni makam tidak dibenarkan.
Sumber: Adab ziarah yang diamalkan para sahabat dan ulama.
Salam kepada Abu Bakar dan Umar r.a. Setelah salam kepada Rasulullah ﷺ, bergeser sedikit ke kanan.
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَبَا بَكْرٍ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا عُمَرُ، السَّلَامُ عَلَيْكُمَا وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalāmu ‘alaika yā Abā Bakr, assalāmu ‘alaika yā ‘Umar, assalāmu ‘alaikumā wa raḥmatullāhi wa barakātuh.
Semoga keselamatan atasmu wahai Abu Bakar, semoga keselamatan atasmu wahai Umar, semoga keselamatan atas kalian berdua beserta rahmat Allah dan berkah-Nya.
Sumber: Adab ziarah yang diamalkan para sahabat dan ulama.
Doa di Raudhah Saat mendapat giliran masuk Raudhah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا
Allāhumma innī as’alukal-jannata wa a‘ūżu bika minan-nār. Allāhumma aḥsin ‘āqibatanā fil-umūri kullihā.
Ya Allah, aku memohon surga kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu dari neraka. Ya Allah, baikkanlah kesudahan kami dalam segala urusan.
- Waktunya dibatasi dan sangat padat. Dahulukan salat dua rakaat, lalu berdoa singkat, lalu berikan tempat kepada yang berikutnya.
- Pendaftaran masuk Raudhah dilakukan lewat aplikasi Nusuk.
Sumber: Raudhah adalah tempat mustajab; lafaz doanya bebas. Rasulullah ﷺ menyebutnya taman dari taman-taman surga (HR Bukhari dan Muslim).
Doa Ziarah Baqi’ dan Pemakaman Saat memasuki pemakaman Baqi’ atau Ma’la.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Assalāmu ‘alaikum ahlad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn, wa innā in syā’allāhu bikum lāḥiqūn, nas’alullāha lanā wa lakumul-‘āfiyah.
Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni tempat ini dari kalangan mukmin dan muslim. Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian.
- Ziarah kubur bagi perempuan mengikuti aturan setempat.
Sumber: HR Muslim, dari Buraidah r.a.
Perpisahan & Pulang 3
Tawaf wada’ dan kembali ke tanah air.
Doa Keluar Masjid Saat melangkah keluar dari masjid.
بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Bismillāh waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā rasūlillāh, Allāhumma innī as’aluka min faḍlik.
Dengan nama Allah, selawat dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu.
- Keluar dengan kaki kiri terlebih dahulu.
Sumber: HR Muslim, dari Abu Humaid r.a.
Doa Tawaf Wada’ Pada tawaf perpisahan, sebelum meninggalkan Makkah.
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَارْزُقْنِي الْعَوْدَ إِلَيْهِ مَرَّاتٍ
Allāhumma lā taj‘alhu ākhiral-‘ahdi bibaitikal-ḥarām, warzuqnil-‘auda ilaihi marrāt.
Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini pertemuan terakhirku dengan rumah-Mu yang mulia, dan karuniakanlah kepadaku untuk kembali berkali-kali.
- Tawaf wada’ adalah amalan terakhir di Makkah — sesudahnya langsung berangkat, tidak berbelanja lagi.
- Perempuan yang sedang haid tidak melakukan tawaf wada’.
Sumber: Lafaznya tidak terikat riwayat tertentu; tawaf wada’ sendiri diperintahkan dalam HR Bukhari dan Muslim.
Doa Kembali ke Tanah Air Saat perjalanan pulang dan tiba kembali di rumah.
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Āyibūna tā’ibūna ‘ābidūna lirabbinā ḥāmidūn.
Kami kembali, bertobat, beribadah, dan memuji Tuhan kami.
Sumber: HR Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar r.a.
Zikir Pagi
Setelah salat Subuh sampai terbit matahari.
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’iżnih, ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Allah, tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahaagung.
Sumber: QS Al-Baqarah: 255. Dibaca pagi dan petang (HR Hakim).
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ… قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ… قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ…
Qul huwallāhu aḥad… Qul a‘ūżu birabbil-falaq… Qul a‘ūżu birabbin-nās…
Tiga surah perlindungan. Teks lengkapnya ada pada menu Al-Qur’an, surah 112, 113, dan 114.
Sumber: HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Abdullah bin Khubaib r.a.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduk, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastaṭa‘t, a‘ūżu bika min syarri mā ṣana‘t, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u biżanbī fagfir lī fa’innahū lā yagfiruż-żunūba illā anta.
Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan mengakui dosaku, maka ampunilah aku, sebab tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Sumber: HR Bukhari, dari Syaddad bin Aus r.a.
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Aṣbaḥnā wa aṣbaḥal-mulku lillāh, walḥamdulillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Kami memasuki pagi dan kerajaan pun milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Sumber: HR Muslim, dari Abdullah bin Mas‘ud r.a.
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A‘ūżu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa yang Dia ciptakan.
Sumber: HR Muslim, dari Khaulah binti Hakim r.a.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Subḥānallāhi wa biḥamdih.
Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.
Sumber: HR Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah r.a.
Zikir Petang
Setelah salat Asar sampai terbenam matahari.
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’iżnih, ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Allah, tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahaagung.
Sumber: QS Al-Baqarah: 255. Dibaca pagi dan petang (HR Hakim).
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ… قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ… قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ…
Qul huwallāhu aḥad… Qul a‘ūżu birabbil-falaq… Qul a‘ūżu birabbin-nās…
Tiga surah perlindungan. Teks lengkapnya ada pada menu Al-Qur’an, surah 112, 113, dan 114.
Sumber: HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Abdullah bin Khubaib r.a.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduk, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastaṭa‘t, a‘ūżu bika min syarri mā ṣana‘t, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u biżanbī fagfir lī fa’innahū lā yagfiruż-żunūba illā anta.
Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan mengakui dosaku, maka ampunilah aku, sebab tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Sumber: HR Bukhari, dari Syaddad bin Aus r.a.
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Amsainā wa amsal-mulku lillāh, walḥamdulillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Kami memasuki petang dan kerajaan pun milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Sumber: HR Muslim, dari Abdullah bin Mas‘ud r.a.
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A‘ūżu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa yang Dia ciptakan.
Sumber: HR Muslim, dari Khaulah binti Hakim r.a.
Zikir Setelah Salat Fardu
Sesudah salam pada setiap salat wajib.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astagfirullāh.
Aku memohon ampun kepada Allah.
Sumber: HR Muslim, dari Tsauban r.a.
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā żal-jalāli wal-ikrām.
Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.
Sumber: HR Muslim, dari Tsauban r.a.
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’iżnih, ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Allah, tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahaagung.
Sumber: QS Al-Baqarah: 255. Dibaca pagi dan petang (HR Hakim).
سُبْحَانَ اللَّهِ (٣٣) الْحَمْدُ لِلَّهِ (٣٣) اللَّهُ أَكْبَرُ (٣٣)
Subḥānallāh (33), alḥamdulillāh (33), Allāhu akbar (33).
Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Mahabesar — masing-masing tiga puluh tiga kali.
Sumber: HR Muslim, dari Abu Hurairah r.a.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Sumber: HR Muslim, dari Abu Hurairah r.a.
Bangun & Bersiap
Doa Bangun Tidur Saat membuka mata di pagi hari.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Alḥamdu lillāhil-lażī aḥyānā ba‘da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr.
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya tempat kembali.
Sumber: HR Bukhari, dari Hudzaifah r.a.
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Sebelum masuk, dan setelah keluar.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ. غُفْرَانَكَ
Allāhumma innī a‘ūżu bika minal-khubuṡi wal-khabā’iṡ. Gufrānak.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan. (Keluar:) Aku memohon ampunan-Mu.
Masuk dengan kaki kiri, keluar dengan kaki kanan. Kalimat “Gufrānak” dibaca setelah keluar.
Sumber: HR Bukhari dan Muslim; doa keluar HR Abu Dawud dan Tirmidzi.
Doa Setelah Wudu Selesai berwudu, sambil menghadap kiblat bila memungkinkan.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh. Allāhummaj‘alnī minat-tawwābīna waj‘alnī minal-mutaṭahhirīn.
Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan termasuk orang yang bersuci.
Sumber: HR Muslim, dari Umar r.a.; tambahannya HR Tirmidzi.
Doa Berpakaian Saat mengenakan pakaian, termasuk kain ihram.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Alḥamdu lillāhil-lażī kasānī hāżā wa razaqanīhi min gairi ḥaulim minnī wa lā quwwah.
Segala puji bagi Allah yang memberiku pakaian ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku.
Sumber: HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Mu‘adz bin Anas r.a.
Doa Bercermin Saat merapikan diri di depan cermin.
اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
Allāhumma kamā ḥassanta khalqī fa ḥassin khuluqī.
Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperbaik rupaku, perbaikilah pula akhlakku.
Sumber: HR Ahmad, dari Ibnu Mas‘ud r.a.
Keluar Rumah & Perjalanan
Doa Keluar Rumah atau Kamar Saat melangkah keluar, termasuk keluar kamar hotel.
بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Bismillāh, tawakkaltu ‘alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Sumber: HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Anas r.a.
Doa Naik Kendaraan Saat naik bus, pesawat, atau kereta.
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Subḥānallażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Mahasuci Allah yang menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.
Sumber: QS Az-Zukhruf 13–14; dibaca Nabi ﷺ menurut HR Muslim.
Doa Singgah di Suatu Tempat Saat tiba di hotel, pemondokan, atau tempat istirahat baru.
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A‘ūżu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa yang Dia ciptakan.
Sumber: HR Muslim, dari Khaulah binti Hakim r.a.
Masjid & Salat
Doa Setelah Azan Sesudah muazin selesai, setelah menjawab azannya.
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Allāhumma rabba hāżihid-da‘watit-tāmmah waṣ-ṣalātil-qā’imah, āti Muḥammadanil-wasīlata wal-faḍīlah, wab‘aṡhu maqāmam maḥmūdanil-lażī wa‘adtah.
Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan salat yang didirikan ini, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah ia pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.
Waktu antara azan dan ikamah termasuk waktu yang doanya tidak ditolak — pakai untuk berdoa dengan bahasa sendiri.
Sumber: HR Bukhari, dari Jabir r.a.
Doa Masuk dan Keluar Masjid Masuk dengan kaki kanan, keluar dengan kaki kiri.
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Allāhummaftaḥ lī abwāba raḥmatik. (Keluar:) Allāhumma innī as’aluka min faḍlik.
Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. (Keluar:) Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu.
Sumber: HR Muslim, dari Abu Humaid dan Abu Usaid r.a.
Doa Penutup Setelah Salat Setelah salam, sebelum beranjak dari tempat salat.
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allāhumma a‘innī ‘alā żikrika wa syukrika wa ḥusni ‘ibādatik.
Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.
Zikir lengkap setelah salat ada di tab Zikir.
Sumber: HR Abu Dawud dan Nasa’i, dari Mu‘adz bin Jabal r.a.
Makan & Minum
Doa Sebelum dan Sesudah Makan Saat mulai makan, dan setelah selesai.
بِسْمِ اللَّهِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ
Bismillāh. Alḥamdu lillāhil-lażī aṭ‘amanā wa saqānā wa ja‘alanā muslimīn.
Dengan nama Allah. Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami muslim.
Bila lupa membaca di awal, bacalah “Bismillāhi awwalahū wa ākhirah” begitu teringat.
Sumber: HR Abu Dawud dan Tirmidzi.
Doa untuk Yang Menjamu Setelah dijamu makan orang lain.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ
Allāhumma bārik lahum fīmā razaqtahum wagfir lahum warḥamhum.
Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka.
Sumber: HR Muslim, dari Abdullah bin Busr r.a.
Doa Berbuka Puasa Saat berbuka, termasuk puasa sunnah selama di Tanah Suci.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Żahabaẓ-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu wa ṡabatal-ajru insyā’allāh.
Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap insya Allah.
Sumber: HR Abu Dawud, dari Ibnu Umar r.a.
Bergaul dengan Orang
Membalas Kebaikan Orang Saat ditolong orang dan tidak bisa membalasnya.
جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا
Jazākallāhu khairā.
Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.
Untuk perempuan: “Jazākillāhu khairā”. Untuk banyak orang: “Jazākumullāhu khairā”.
Sumber: HR Tirmidzi, dari Usamah bin Zaid r.a.
Bersin dan Menjawabnya Saat bersin, dan saat mendengar orang lain bersin.
الْحَمْدُ لِلَّهِ. يَرْحَمُكَ اللَّهُ. يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Yang bersin: Alḥamdulillāh. Yang mendengar: Yarḥamukallāh. Dijawab: Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum.
Segala puji bagi Allah. — Semoga Allah merahmatimu. — Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu.
Sumber: HR Bukhari, dari Abu Hurairah r.a.
Doa Penutup Majelis Saat hendak beranjak dari perkumpulan atau pengajian.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Subḥānakallāhumma wa biḥamdik, asyhadu allā ilāha illā anta, astagfiruka wa atūbu ilaik.
Mahasuci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.
Sumber: HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Abu Hurairah r.a.
Saat Berat
Doa Saat Kesulitan dan Cemas Saat tersesat, kehilangan barang, atau merasa berat.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Lā ilāha illallāhul-‘aẓīmul-ḥalīm, lā ilāha illallāhu rabbul-‘arsyil-‘aẓīm, lā ilāha illallāhu rabbus-samāwāti wa rabbul-arḍi wa rabbul-‘arsyil-karīm.
Tiada tuhan selain Allah Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang agung. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arasy yang mulia.
Sumber: HR Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas r.a.
Doa Menjenguk Orang Sakit Saat menengok teman serombongan yang jatuh sakit.
لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ. أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Lā ba’sa ṭahūrun insyā’allāh. As’alullāhal-‘aẓīma rabbal-‘arsyil-‘aẓīmi an yasyfiyak.
Tidak mengapa, semoga menjadi pembersih dosa, insya Allah. Aku memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Tuhan Arasy yang agung, agar menyembuhkanmu.
Sumber: HR Bukhari; dan HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas r.a.
Doa Tertimpa Musibah Saat kehilangan, kecelakaan, atau mendengar kabar duka.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Allāhumma’jurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairam minhā.
Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibahku dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya.
Sumber: HR Muslim, dari Ummu Salamah r.a.
Cuaca & Alam
Doa Ketika Hujan Saat hujan turun — termasuk hujan yang jarang di Tanah Suci.
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allāhumma ṣayyiban nāfi‘ā.
Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.
Waktu turun hujan termasuk waktu yang doanya dikabulkan.
Sumber: HR Bukhari, dari Aisyah r.a.
Doa Ketika Angin Kencang Saat badai pasir atau angin kencang.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا
Allāhumma innī as’aluka khairahā wa a‘ūżu bika min syarrihā.
Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan berlindung kepada-Mu dari keburukannya.
Sumber: HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.
Menjelang Malam
Doa Sebelum Tidur Saat berbaring hendak tidur.
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Bismikallāhumma amūtu wa aḥyā.
Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.
Dianjurkan pula membaca Ayat Kursi dan tiga qul sebelum tidur — keduanya ada di tab Zikir.
Sumber: HR Bukhari, dari Hudzaifah r.a.
Doa Terbangun di Malam Hari Saat terjaga tengah malam atau setelah mimpi yang menakutkan.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Setelah mimpi buruk: meludah kecil tiga kali ke kiri, berlindung kepada Allah dari keburukannya, lalu berganti posisi tidur.
Sumber: HR Bukhari, dari Ubadah bin Shamit r.a.
- 1 Ar-Rahman Yang Maha Pengasih الرَّحْمَنُ
- 2 Ar-Rahim Yang Maha Penyayang الرَّحِيمُ
- 3 Al-Malik Yang Maharaja الْمَلِكُ
- 4 Al-Quddus Yang Mahasuci الْقُدُّوسُ
- 5 As-Salam Yang Mahasejahtera السَّلَامُ
- 6 Al-Mu'min Yang Maha Memberi Keamanan الْمُؤْمِنُ
- 7 Al-Muhaimin Yang Maha Mengawasi الْمُهَيْمِنُ
- 8 Al-'Aziz Yang Mahaperkasa الْعَزِيزُ
- 9 Al-Jabbar Yang Mahakuasa Memaksa الْجَبَّارُ
- 10 Al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran الْمُتَكَبِّرُ
- 11 Al-Khaliq Yang Maha Pencipta الْخَالِقُ
- 12 Al-Bari' Yang Mengadakan dari Tiada الْبَارِئُ
- 13 Al-Mushawwir Yang Maha Membentuk Rupa الْمُصَوِّرُ
- 14 Al-Ghaffar Yang Maha Pengampun الْغَفَّارُ
- 15 Al-Qahhar Yang Maha Menundukkan الْقَهَّارُ
- 16 Al-Wahhab Yang Maha Pemberi الْوَهَّابُ
- 17 Ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezeki الرَّزَّاقُ
- 18 Al-Fattah Yang Maha Pembuka الْفَتَّاحُ
- 19 Al-'Alim Yang Maha Mengetahui الْعَلِيمُ
- 20 Al-Qabidh Yang Maha Menyempitkan الْقَابِضُ
- 21 Al-Basith Yang Maha Melapangkan الْبَاسِطُ
- 22 Al-Khafidh Yang Maha Merendahkan الْخَافِضُ
- 23 Ar-Rafi' Yang Maha Meninggikan الرَّافِعُ
- 24 Al-Mu'izz Yang Maha Memuliakan الْمُعِزُّ
- 25 Al-Mudzill Yang Maha Menghinakan الْمُذِلُّ
- 26 As-Sami' Yang Maha Mendengar السَّمِيعُ
- 27 Al-Bashir Yang Maha Melihat الْبَصِيرُ
- 28 Al-Hakam Yang Maha Memutuskan الْحَكَمُ
- 29 Al-'Adl Yang Mahaadil الْعَدْلُ
- 30 Al-Lathif Yang Mahalembut اللَّطِيفُ
- 31 Al-Khabir Yang Maha Mengetahui Perkara الْخَبِيرُ
- 32 Al-Halim Yang Maha Penyantun الْحَلِيمُ
- 33 Al-'Azhim Yang Mahaagung الْعَظِيمُ
- 34 Al-Ghafur Yang Maha Pengampun الْغَفُورُ
- 35 Asy-Syakur Yang Maha Mensyukuri الشَّكُورُ
- 36 Al-'Aliyy Yang Mahatinggi الْعَلِيُّ
- 37 Al-Kabir Yang Mahabesar الْكَبِيرُ
- 38 Al-Hafizh Yang Maha Memelihara الْحَفِيظُ
- 39 Al-Muqit Yang Maha Memberi Kecukupan الْمُقِيتُ
- 40 Al-Hasib Yang Maha Membuat Perhitungan الْحَسِيبُ
- 41 Al-Jalil Yang Mahaluhur الْجَلِيلُ
- 42 Al-Karim Yang Mahamulia الْكَرِيمُ
- 43 Ar-Raqib Yang Maha Mengawasi الرَّقِيبُ
- 44 Al-Mujib Yang Maha Mengabulkan الْمُجِيبُ
- 45 Al-Wasi' Yang Mahaluas الْوَاسِعُ
- 46 Al-Hakim Yang Mahabijaksana الْحَكِيمُ
- 47 Al-Wadud Yang Maha Mencintai الْوَدُودُ
- 48 Al-Majid Yang Mahamulia الْمَجِيدُ
- 49 Al-Ba'its Yang Maha Membangkitkan الْبَاعِثُ
- 50 Asy-Syahid Yang Maha Menyaksikan الشَّهِيدُ
- 51 Al-Haqq Yang Mahabenar الْحَقُّ
- 52 Al-Wakil Yang Maha Mewakili الْوَكِيلُ
- 53 Al-Qawiyy Yang Mahakuat الْقَوِيُّ
- 54 Al-Matin Yang Mahakukuh الْمَتِينُ
- 55 Al-Waliyy Yang Maha Melindungi الْوَلِيُّ
- 56 Al-Hamid Yang Maha Terpuji الْحَمِيدُ
- 57 Al-Muhshi Yang Maha Menghitung الْمُحْصِي
- 58 Al-Mubdi' Yang Maha Memulai الْمُبْدِئُ
- 59 Al-Mu'id Yang Maha Mengembalikan الْمُعِيدُ
- 60 Al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan الْمُحْيِي
- 61 Al-Mumit Yang Maha Mematikan الْمُمِيتُ
- 62 Al-Hayy Yang Mahahidup الْحَيُّ
- 63 Al-Qayyum Yang Maha Berdiri Sendiri الْقَيُّومُ
- 64 Al-Wajid Yang Maha Menemukan الْوَاجِدُ
- 65 Al-Majid Yang Mahamulia الْمَاجِدُ
- 66 Al-Wahid Yang Maha Esa الْوَاحِدُ
- 67 Al-Ahad Yang Maha Tunggal الْأَحَدُ
- 68 Ash-Shamad Tempat Bergantung Segala Sesuatu الصَّمَدُ
- 69 Al-Qadir Yang Mahakuasa الْقَادِرُ
- 70 Al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Menentukan الْمُقْتَدِرُ
- 71 Al-Muqaddim Yang Maha Mendahulukan الْمُقَدِّمُ
- 72 Al-Mu'akhkhir Yang Maha Mengakhirkan الْمُؤَخِّرُ
- 73 Al-Awwal Yang Mahaawal الْأَوَّلُ
- 74 Al-Akhir Yang Mahaakhir الْآخِرُ
- 75 Azh-Zhahir Yang Mahanyata الظَّاهِرُ
- 76 Al-Bathin Yang Mahatersembunyi الْبَاطِنُ
- 77 Al-Wali Yang Maha Memerintah الْوَالِي
- 78 Al-Muta'ali Yang Mahatinggi الْمُتَعَالِي
- 79 Al-Barr Yang Maha Melimpahkan Kebaikan الْبَرُّ
- 80 At-Tawwab Yang Maha Penerima Tobat التَّوَّابُ
- 81 Al-Muntaqim Yang Maha Memberi Balasan الْمُنْتَقِمُ
- 82 Al-'Afuww Yang Maha Pemaaf الْعَفُوُّ
- 83 Ar-Ra'uf Yang Maha Penyantun الرَّءُوفُ
- 84 Malikul-Mulk Pemilik Segala Kerajaan مَالِكُ الْمُلْكِ
- 85 Dzul-Jalali wal-Ikram Pemilik Keagungan dan Kemuliaan ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
- 86 Al-Muqsith Yang Mahaadil dalam Menimbang الْمُقْسِطُ
- 87 Al-Jami' Yang Maha Mengumpulkan الْجَامِعُ
- 88 Al-Ghaniyy Yang Mahakaya الْغَنِيُّ
- 89 Al-Mughni Yang Maha Mencukupi الْمُغْنِي
- 90 Al-Mani' Yang Maha Mencegah الْمَانِعُ
- 91 Adh-Dharr Yang Maha Menimpakan Mudarat الضَّارُّ
- 92 An-Nafi' Yang Maha Memberi Manfaat النَّافِعُ
- 93 An-Nur Yang Maha Bercahaya النُّورُ
- 94 Al-Hadi Yang Maha Pemberi Petunjuk الْهَادِي
- 95 Al-Badi' Yang Maha Pencipta Tanpa Contoh الْبَدِيعُ
- 96 Al-Baqi Yang Mahakekal الْبَاقِي
- 97 Al-Warits Yang Maha Mewarisi الْوَارِثُ
- 98 Ar-Rasyid Yang Maha Pandai الرَّشِيدُ
- 99 Ash-Shabur Yang Maha Sabar الصَّبُورُ