Panduan

Tata cara umroh beserta bacaannya, dan aturan perjalanan dari bandara sampai imigrasi Saudi.

Ibadah Umroh

Empat tahap pokok, ditambah bahasan untuk lansia, perempuan haid, membawa anak, dan kesalahan yang sering terjadi.

16bahasan

Tahap bernomor dikerjakan berurutan; sisanya dibaca saat dibutuhkan. Bacaannya boleh dibaca dari layar — tidak ada keharusan menghafal.

Sebelum Berangkat

1 Persiapan & Ihram Bersuci, mengenakan pakaian ihram, lalu berniat umroh di miqat.
  1. Potong kuku, rapikan rambut, dan mandi sunnah ihram sebelum berangkat ke miqat.
  2. Laki-laki memakai dua lembar kain putih tanpa jahitan: satu diselempangkan, satu disarungkan. Perempuan memakai pakaian menutup aurat, wajah dan telapak tangan tetap terbuka.
  3. Salat sunnah ihram dua rakaat bila memungkinkan.
  4. Berniat umroh di miqat. Jamaah dari Indonesia yang mendarat di Jeddah umumnya mengambil miqat di Bir Ali (Dzulhulaifah) bila lewat Madinah, atau di Qarnul Manazil / Yalamlam bila langsung ke Makkah.
  5. Setelah berniat, mulai bertalbiyah dan perbanyak membacanya sepanjang perjalanan ke Makkah.
Niat Umroh

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Labbaikallahumma umratan

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh.

Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

  • Jangan melewati miqat tanpa berihram. Bila terlanjur lewat, wajib kembali ke miqat atau membayar dam.
  • Setelah berihram berlaku larangan: memotong rambut dan kuku, memakai wewangian, menutup kepala bagi laki-laki, menutup wajah bagi perempuan, berburu, dan berhubungan suami istri.
  • Kain ihram laki-laki tidak boleh dijahit menyerupai bentuk badan. Sabuk dan sandal boleh dipakai.
Yang Disiapkan Sejak dari Rumah Bekal yang tidak bisa dibeli di Tanah Suci.
  1. Pelajari urutan umroh sampai hafal garis besarnya. Bukan menghafal doanya — itu boleh dibaca dari layar — melainkan tahu apa yang dikerjakan setelah apa.
  2. Latih berjalan kaki. Tawaf dan sa'i bersama-sama menempuh sekitar delapan kilometer, dan itu belum termasuk jarak dari pemondokan.
  3. Siapkan sandal jepit yang mudah dilepas dan kantongnya. Alas kaki sering hilang bila ditinggal di rak masjid.
  4. Tuliskan nama, nomor kamar hotel, dan nomor pembimbing pada kertas kecil yang selalu dibawa. Ponsel bisa mati kehabisan daya.
  5. Selesaikan urusan yang menggantung di tanah air — utang, titipan, pekerjaan — supaya hati tidak terbagi.
  • Bawa obat rutin secukupnya untuk seluruh perjalanan, berikut salinan resepnya. Nama dagang obat di Arab Saudi berbeda.
Miqat: Batas Memulai Ihram Garis yang tidak boleh dilewati tanpa berniat ihram.
  1. Miqat adalah batas tempat seseorang wajib sudah berihram bila hendak masuk Tanah Haram untuk berumroh.
  2. Jamaah yang ke Madinah lebih dulu berihram di Bir Ali (Dzul Hulaifah), sekitar sepuluh kilometer dari Masjid Nabawi, dalam perjalanan darat menuju Makkah.
  3. Jamaah yang terbang langsung ke Jeddah melewati miqat di udara — umumnya Qarnul Manazil atau Yalamlam, bergantung arah datangnya pesawat. Niat diucapkan di dalam pesawat.
  4. Penduduk Makkah dan orang yang sedang berada di dalam Tanah Haram berihram untuk umroh dari luar Tanah Haram, biasanya dari Tan'im atau Ji'ranah.
  • Berihramlah sebelum naik pesawat atau saat transit, jangan menunggu pengumuman di udara. Berganti kain di toilet pesawat yang sempit, sambil terguncang, bukan hal yang mudah.
  • Bila telanjur melewati miqat tanpa berniat, segera beri tahu pembimbing — jangan dipendam. Yang bisa dikerjakan: kembali ke miqat, atau membayar dam bila tidak memungkinkan.
Rukun, Wajib, dan Larangan Ihram Mana yang membatalkan, mana yang berdam, mana yang sekadar kurang utama.
  1. Rukun umroh ada empat: ihram disertai niat, tawaf, sa'i, dan tahallul. Meninggalkan salah satunya membuat umroh tidak sah, dan tidak bisa ditebus dengan dam.
  2. Wajib umroh: berihram dari miqat. Meninggalkannya tidak membatalkan umroh, tetapi mengharuskan dam.
  3. Larangan selama ihram bagi keduanya: memakai wewangian, memotong rambut dan kuku, berburu, memotong tumbuhan Tanah Haram, akad nikah, serta berhubungan suami istri.
  4. Khusus laki-laki: tidak memakai pakaian berjahit menyerupai bentuk badan, dan tidak menutup kepala. Khusus perempuan: tidak menutup wajah dengan cadar dan tidak memakai sarung tangan.
  5. Yang boleh dan sering dikira terlarang: mandi, berganti kain ihram, memakai sabuk dan sandal, berteduh di bawah payung, dan menggaruk badan dengan hati-hati.
  • Berhubungan suami istri sebelum tahallul membatalkan umroh secara keseluruhan. Ini satu-satunya larangan yang akibatnya sefatal itu.
  • Rambut yang rontok sendiri tanpa disengaja tidak berakibat apa-apa.

Pelaksanaan

2 Tawaf Mengelilingi Ka'bah tujuh putaran berlawanan arah jarum jam.
  1. Masuk Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid.
  2. Laki-laki melakukan idhtiba: membuka bahu kanan dengan menyelempangkan kain ihram ke bawah ketiak kanan.
  3. Mulai dari garis sejajar Hajar Aswad. Menghadap Hajar Aswad, angkat tangan kanan, ucapkan "Bismillahi Allahu Akbar", lalu mulai berjalan.
  4. Kelilingi Ka'bah tujuh kali dengan Ka'bah selalu di sebelah kiri.
  5. Laki-laki disunnahkan berjalan cepat (raml) pada tiga putaran pertama bila keadaan memungkinkan.
  6. Setiap melewati Rukun Yamani, usap bila memungkinkan tanpa berdesakan. Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad bacalah doa sapu jagat.
  7. Selesai tujuh putaran, tutup kembali bahu kanan, lalu salat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan.
  8. Minum air zamzam dan berdoa.
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.

  • Tidak ada doa khusus yang wajib untuk tiap putaran. Berdoalah dengan apa saja yang Anda inginkan, termasuk dengan bahasa sendiri.
  • Jangan memaksakan diri mencium Hajar Aswad bila padat. Cukup memberi isyarat dari kejauhan; tawafnya tetap sah.
  • Tawaf harus dalam keadaan suci dari hadas. Bila wudhu batal di tengah tawaf, berwudhu lagi lalu lanjutkan dari putaran yang tertinggal.
3 Sa'i Berjalan tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah.
  1. Menuju bukit Shafa. Saat mendekat, bacalah ayat "Innash shafaa wal marwata min sya'aairillah".
  2. Naik ke Shafa, menghadap Ka'bah, angkat tangan, bertakbir dan berdoa.
  3. Berjalan menuju Marwah. Ini terhitung satu perjalanan.
  4. Laki-laki disunnahkan berlari kecil di antara dua pilar hijau.
  5. Sampai di Marwah, lakukan seperti di Shafa. Perjalanan Marwah ke Shafa terhitung perjalanan berikutnya.
  6. Genapkan tujuh perjalanan. Dimulai di Shafa dan berakhir di Marwah.
  • Tujuh perjalanan, bukan tujuh bolak-balik. Shafa ke Marwah adalah satu, Marwah ke Shafa adalah dua, dan seterusnya sampai berakhir di Marwah.
  • Sa'i tidak mensyaratkan suci dari hadas, tetapi lebih utama berwudhu.
  • Bila lelah, tersedia jalur untuk kursi roda di lantai atas.
4 Tahallul Mencukur atau memendekkan rambut sebagai penutup umroh.
  1. Setelah sa'i selesai di Marwah, potong rambut.
  2. Laki-laki: mencukur habis (gundul) lebih utama, atau memendekkan seluruh bagian kepala.
  3. Perempuan: memotong ujung rambut sepanjang satu ruas jari, dikumpulkan lalu digunting sedikit.
  4. Dengan tahallul, seluruh larangan ihram berakhir dan umroh Anda selesai.
  • Memotong hanya beberapa helai rambut tidak mencukupi. Ambil dari seluruh bagian kepala, atau setidaknya bagian yang cukup banyak.
  • Perempuan memotong rambutnya sendiri atau dibantu sesama perempuan atau mahramnya, bukan oleh orang lain.
Masuk Masjidil Haram dan Melihat Ka'bah Saat yang paling diingat seumur hidup — dan paling mudah membuat bingung.
  1. Masuk dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid, dan terus bertalbiyah sampai mulai tawaf.
  2. Ingat baik-baik nomor pintu tempat Anda masuk. Masjidil Haram punya puluhan gerbang yang mirip satu sama lain, dan inilah penyebab tersesat yang paling sering.
  3. Jangan berhenti lama di mulut pintu untuk berfoto. Arus jamaah di belakang Anda tidak berhenti.
  4. Saat pandangan pertama jatuh pada Ka'bah, berhenti sejenak dan berdoalah. Waktu ini termasuk saat yang doanya diharapkan dikabulkan.
  5. Cari Hajar Aswad sebagai titik mulai tawaf. Tandanya garis lampu hijau pada lantai, sejajar dengan sudut Ka'bah.
  • Sepakati satu titik kumpul dengan rombongan sebelum berpencar, dan simpan di menu Titik Kumpul aplikasi ini. Menyepakatinya setelah terpisah sudah terlambat.
Setelah Tawaf: Maqam Ibrahim dan Zamzam Dua amalan pendek antara tawaf dan sa'i.
  1. Selesai tujuh putaran, kerjakan salat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan. Bila padat, boleh di mana saja di dalam masjid — tidak perlu memaksa mendekat.
  2. Rakaat pertama membaca Al-Kafirun, rakaat kedua Al-Ikhlas.
  3. Minum air zamzam sepuasnya sambil berdoa. Air zamzam diminum untuk apa yang diniatkan peminumnya.
  4. Bila memungkinkan, singgah sebentar di Multazam — antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah — untuk berdoa. Ini sunnah, bukan keharusan.
  5. Lanjutkan ke Bukit Shafa untuk memulai sa'i.
  • Berdesakan mendekati Maqam Ibrahim atau Hajar Aswad sampai menyakiti orang lain justru berlawanan dengan maksud ibadahnya. Keutamaan tidak dicari dengan menzalimi sesama jamaah.

Sesudah Umroh

Umroh Kedua dan Seterusnya Boleh, dan begini caranya.
  1. Umroh berikutnya dimulai dengan berihram lagi dari luar Tanah Haram, karena Anda kini berada di dalamnya.
  2. Tempat yang paling lazim: Masjid Aisyah di Tan'im, sekitar tujuh kilometer dari Masjidil Haram, atau Ji'ranah.
  3. Rangkaiannya sama persis: niat, talbiyah, tawaf, sa'i, tahallul.
  4. Beri jarak waktu yang wajar. Umroh berulang-ulang dalam sehari melelahkan badan dan tidak dicontohkan.
  • Ulama berbeda pendapat tentang seberapa sering umroh boleh diulang dalam satu kunjungan. Ikuti arahan pembimbing rombongan Anda.
Tawaf Wada': Berpamitan Tawaf terakhir sebelum meninggalkan Makkah.
  1. Dikerjakan sedekat mungkin dengan waktu keberangkatan meninggalkan Makkah, tujuh putaran tanpa sa'i sesudahnya.
  2. Tidak perlu berpakaian ihram; pakaian biasa sudah cukup.
  3. Setelah tawaf wada', sebaiknya langsung bersiap berangkat dan tidak lagi berbelanja panjang.
  4. Berdoalah dengan bahasa sendiri. Tidak ada lafaz khusus yang terikat riwayat tertentu untuk tawaf ini.
  • Perempuan yang sedang haid tidak mengerjakan tawaf wada' dan tidak dikenai dam karenanya.
  • Berjalan mundur keluar masjid sambil memandang Ka'bah tidak berasal dari tuntunan, dan berbahaya di tengah kerumunan.
Ziarah Madinah dan Raudhah Bukan bagian dari umroh, tetapi hampir selalu menyertainya.
  1. Ziarah ke Madinah bukan rukun maupun wajib umroh. Ia perjalanan tersendiri, dan tidak memerlukan ihram.
  2. Yang diniatkan adalah salat di Masjid Nabawi. Ucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ, lalu kepada Abu Bakar dan Umar r.a.
  3. Raudhah — antara mimbar dan makam — kini memerlukan tasreh, izin masuk lewat aplikasi Nusuk. Urus jauh hari, kuotanya cepat habis.
  4. Salat arbain empat puluh waktu berturut-turut adalah amalan yang banyak dikerjakan jamaah Indonesia; keutamaannya diperselisihkan ulama dan bukan kewajiban.
  5. Sempatkan salat dua rakaat di Masjid Quba, dan ziarah ke Baqi' serta Uhud bila jadwal rombongan memungkinkan.
  • Berdesakan di Raudhah sampai menyakiti jamaah lain, atau mengusap dan mencium jeruji makam, bukan bagian dari tuntunan.

Keadaan Khusus

Lansia dan Pengguna Kursi Roda Umrohnya tetap sah dan sempurna.
  1. Tawaf dan sa'i boleh dikerjakan dengan kursi roda, baik didorong sendiri maupun memakai layanan resmi di dalam masjid.
  2. Lantai atas Masjidil Haram lebih lengang dan disediakan jalur kursi roda, meski jarak putarannya lebih panjang.
  3. Yang mendorong kursi roda tidak perlu berniat tawaf tersendiri bila ia sudah bertawaf; bila belum, niatnya bisa sekalian untuk dirinya.
  4. Salat sunnah setelah tawaf boleh dikerjakan sambil duduk.
  5. Pilih waktu yang tidak padat: selepas Subuh sampai menjelang Duha, atau larut malam setelah Isya.
  • Jangan memaksakan berjalan kaki demi merasa lebih afdal. Kelelahan berat di hari pertama sering berujung tidak bisa beribadah sama sekali di hari-hari berikutnya.
Perempuan yang Sedang Haid Yang boleh dikerjakan, yang ditunda, dan yang tidak perlu dicemaskan.
  1. Haid tidak menghalangi ihram. Tetap mandi, berpakaian ihram, berniat, dan bertalbiyah seperti yang lain.
  2. Yang ditunda hanya tawaf, karena tawaf mensyaratkan suci. Sa'i menyusul setelah tawaf.
  3. Selama menunggu suci, perbanyak zikir, doa, dan membaca terjemah Al-Qur'an. Berdiam di pelataran luar masjid dibolehkan.
  4. Setelah suci: mandi, lalu kerjakan tawaf dan sa'i, kemudian tahallul. Umrohnya sempurna.
  5. Bila masa tinggal hampir habis sementara belum suci, segera bicarakan dengan pembimbing rombongan. Ada jalan keluar, dan itu perlu diputuskan lebih awal, bukan di hari terakhir.
  • Obat penunda haid boleh dipakai, tetapi konsultasikan dengan dokter jauh hari — bukan dimulai mendadak menjelang berangkat.
  • Tidak ada yang perlu dimalukan dan tidak ada yang berkurang dari pahalanya. Ini ketentuan yang Allah tetapkan, bukan kekurangan.
Membawa Anak dan Ketentuan Mahram Anak boleh ikut berumroh, dengan beberapa penyesuaian.
  1. Anak yang belum balig boleh berumroh. Umrohnya sah dan berpahala, tetapi tidak menggugurkan kewajiban umroh setelah ia dewasa.
  2. Anak yang sudah mumayiz berniat sendiri; yang belum, diniatkan oleh walinya.
  3. Anak laki-laki kecil tetap memakai kain ihram. Larangan ihram berlaku baginya, dan walinya yang menjaga.
  4. Bawa gendongan atau stroller yang ringan, air minum, dan camilan. Antrean dan jarak jalan kaki berat bagi anak.
  5. Sepakati sejak awal siapa yang memegang anak pada tiap tahap, supaya tidak saling mengira dipegang yang lain.
  • Perempuan yang berangkat umroh umumnya disyaratkan bersama mahram. Ketentuan ini diperselisihkan ulama dan aturan Arab Saudi juga berubah; tanyakan ke travel sejak awal, jangan diasumsikan.
  • Tuliskan nomor telepon Anda pada gelang atau kartu yang dikenakan anak. Anak yang terpisah di Masjidil Haram sulit ditemukan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Dikumpulkan dari yang paling sering ditanyakan jamaah.
  1. Melewati miqat tanpa berniat karena tertidur di pesawat. Pasang alarm dan titip pesan kepada teman sebelah.
  2. Berhenti menghitung putaran tawaf dan lupa sudah berapa. Pakai penghitung di menu Pendamping Ibadah — hitungannya tetap tersimpan meski aplikasi tertutup.
  3. Mengira sa'i berakhir di Shafa. Lintasan ketujuh berakhir di Marwah.
  4. Memotong rambut sebelum sa'i selesai. Tahallul adalah penutup, bukan selingan.
  5. Memakai sabun atau sampo berparfum saat masih ihram.
  6. Berfoto berlama-lama di jalur tawaf sehingga menghambat arus jamaah.
  7. Memaksakan mencium Hajar Aswad di tengah kepadatan. Cukup memberi isyarat dengan tangan dari kejauhan sambil bertakbir.
  8. Meninggalkan salat berjamaah karena kelelahan berbelanja.
  • Bila Anda telanjur melakukan salah satu di antaranya, jangan diam saja karena malu. Tanyakan kepada pembimbing — hampir semuanya ada jalan keluarnya, dan jauh lebih mudah diselesaikan lebih awal.