Siroh & Tempat Bersejarah
Kisah tempat-tempat yang Anda kunjungi di Makkah dan Madinah.
Makkah
Tempat-tempat yang disebut dalam sejarah kenabian, beserta adab dan waktu terbaik mengunjunginya.
Ka'bah Kiblat salat seluruh muslim dan bangunan tauhid pertama di bumi.
Ka'bah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Ismail atas perintah Allah, di atas fondasi yang telah ada sebelumnya. Selama berabad-abad sebelum kenabian, bangunan ini dikelilingi ratusan berhala. Pada Fathu Makkah tahun ke-8 Hijriah, Rasulullah memasuki kota kelahirannya tanpa pertumpahan darah dan membersihkan Ka'bah dari seluruh berhala sambil membaca: "Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap."
- Kiswah, kain hitam penutup Ka'bah, diganti setiap tahun.
- Bagian setengah lingkaran di sisi utara disebut Hijr Ismail dan termasuk bagian Ka'bah. Salat di dalamnya seperti salat di dalam Ka'bah.
Hajar Aswad Batu hitam di sudut Ka'bah, titik awal dan akhir tawaf.
Ketika Quraisy merenovasi Ka'bah sebelum masa kenabian, mereka nyaris berperang memperebutkan kehormatan meletakkan kembali Hajar Aswad. Mereka bersepakat menyerahkan putusan kepada orang pertama yang masuk melalui pintu masjid, dan yang datang adalah Muhammad, yang saat itu sudah dijuluki Al-Amin, orang yang terpercaya. Beliau membentangkan kain, meletakkan batu di tengahnya, lalu meminta setiap kepala kabilah memegang ujung kain dan mengangkatnya bersama-sama.
- Menciumnya sunnah, bukan wajib. Bila padat, cukup memberi isyarat tangan dari kejauhan sambil bertakbir.
- Jangan menyakiti sesama jamaah demi mencapainya. Umar bin Khattab menegaskan bahwa batu itu tidak memberi manfaat maupun mudarat.
Maqam Ibrahim Batu pijakan Nabi Ibrahim saat meninggikan dinding Ka'bah.
Saat membangun Ka'bah, dinding meninggi melampaui jangkauan tangan. Nabi Ibrahim berdiri di atas sebuah batu yang menjadi pijakannya, dan jejak kedua telapak kakinya membekas di sana sampai hari ini. Setelah tawaf, jamaah disunnahkan salat dua rakaat di belakang maqam ini.
- Bila area di belakang maqam padat, salat dua rakaat boleh dikerjakan di mana saja dalam Masjidil Haram.
Sumur Zamzam Mata air yang memancar untuk bayi Ismail dan tak pernah kering.
Hajar ditinggalkan bersama bayinya di lembah tandus atas perintah Allah. Ketika air habis dan Ismail menangis kehausan, Hajar berlari antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali mencari pertolongan. Di saat itulah air memancar dari dekat kaki bayinya. Perjuangan seorang ibu itulah yang kemudian diabadikan menjadi rukun sa'i, dikerjakan jutaan jamaah setiap tahun sampai kini.
- Disunnahkan minum sambil menghadap kiblat, dalam tiga tegukan, dan berdoa. Air zamzam diminum untuk maksud apa pun yang diniatkan.
- Tersedia di seluruh penjuru masjid dalam wadah bertanda dingin dan tidak dingin.
Jabal Nur & Gua Hira Tempat wahyu pertama turun kepada Rasulullah.
Di gua sempit pada puncak Jabal Nur, Muhammad kerap menyendiri merenungi keadaan kaumnya. Pada satu malam di bulan Ramadan, Jibril datang dan memerintahkan: "Bacalah!" Beliau menjawab bahwa dirinya tidak bisa membaca, hingga turunlah lima ayat pertama Surah Al-'Alaq. Beliau pulang dengan tubuh menggigil dan berkata kepada Khadijah: "Selimuti aku, selimuti aku."
- Pendakian memakan waktu satu sampai dua jam dan cukup terjal. Tidak dianjurkan bagi lansia atau yang berpenyakit jantung.
- Mendaki ke sini bukan bagian dari ibadah umroh dan tidak ada tuntunan khusus untuk mengunjunginya.
Jabal Tsur Gua persembunyian saat hijrah ke Madinah.
Rasulullah bersama Abu Bakar bersembunyi tiga hari di gua ini saat dikejar Quraisy. Ketika suara pengejar terdengar di mulut gua, Abu Bakar cemas. Rasulullah menenangkannya dengan kalimat yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur'an: "Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."
Padang Arafah Tempat wukuf haji dan lokasi Khutbah Wada.
Di sinilah Rasulullah menyampaikan Khutbah Wada di hadapan lebih dari seratus ribu sahabat: menegaskan haramnya darah dan harta sesama muslim, menghapus riba dan dendam jahiliah, serta berpesan agar memuliakan perempuan. Beliau menutupnya dengan bertanya tiga kali apakah risalah telah disampaikan, lalu berkata: "Ya Allah, saksikanlah."
- Arafah menjadi tempat wukuf pada 9 Zulhijah dan merupakan rukun haji, bukan bagian dari umroh.
Thaif Kota tempat Rasulullah ditolak dan dilempari, lalu memaafkan.
Setelah Abu Thalib dan Khadijah wafat, tekanan Quraisy makin berat. Rasulullah berjalan kaki sekitar delapan puluh kilometer ke Thaif mengharap perlindungan dari Bani Tsaqif. Bukan sambutan yang beliau terima, melainkan penolakan kasar dan anak-anak yang disuruh melempari beliau sampai kedua kakinya berdarah. Di kebun anggur milik Utbah, beliau berdoa dengan doa yang masyhur: "Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku." Malaikat penjaga gunung datang menawarkan untuk menimpakan dua gunung kepada penduduk Thaif, tetapi beliau menolak dan berkata bahwa ia berharap dari keturunan mereka akan lahir orang yang menyembah Allah. Bertahun kemudian, Thaif memang memeluk Islam.
- Kini Thaif berjarak sekitar 90 km dari Makkah, ditempuh sekitar dua jam berkendara melewati jalan pegunungan.
- Udaranya sejuk dan terkenal dengan kebun mawarnya.
Jabal Rahmah Bukit di Arafah, tempat berdirinya Rasulullah saat Haji Wada.
Bukit kecil di tengah padang Arafah ini menjadi penanda tempat Rasulullah berdiri menyampaikan Khutbah Wada. Namanya berarti bukit kasih sayang.
- Berbagai kisah yang mengaitkan bukit ini dengan pertemuan Adam dan Hawa tidak memiliki dasar yang sahih.
- Tidak ada ibadah khusus di tempat ini; mendakinya bukan bagian dari haji maupun umroh.
Mina & Jamarat Tempat bermalam jamaah haji dan melontar jumrah.
Di lembah Mina, Nabi Ibrahim digoda setan sebanyak tiga kali agar membatalkan perintah menyembelih putranya, dan tiga kali pula ia melempari setan dengan batu. Peristiwa itu diabadikan menjadi ritual melontar jumrah. Di Mina pula terjadi Bai'at Aqabah, janji setia penduduk Yatsrib yang membuka jalan hijrah.
- Mina dipakai pada musim haji, bukan umroh.
- Tenda-tenda putih Mina terlihat sepanjang tahun dari jalan menuju Arafah.
Muzdalifah Tempat jamaah haji bermalam dan mengumpulkan batu jumrah.
Setelah wukuf di Arafah, jamaah bergerak ke Muzdalifah selepas matahari terbenam untuk bermalam dan mengumpulkan kerikil. Rasulullah menjamak Magrib dan Isya di sini, lalu beristirahat sampai menjelang Subuh.
Rumah Kelahiran Nabi Lokasi kelahiran Rasulullah, kini perpustakaan.
Rasulullah lahir pada Tahun Gajah, tahun ketika pasukan Abrahah gagal menghancurkan Ka'bah. Rumah tempat beliau dilahirkan berada tidak jauh dari Masjidil Haram, dan kini di atasnya berdiri sebuah perpustakaan.
- Bangunannya tidak dibuka sebagai tempat ziarah, dan memang tidak ada tuntunan untuk menjadikannya demikian.
Madinah
Kota hijrah: masjid, medan perang, dan pemakaman para sahabat yang masih bisa diziarahi sampai hari ini.
Masjid Nabawi Masjid yang dibangun Rasulullah dan tempat beliau dimakamkan.
Sesampai di Madinah, Rasulullah melepas untanya dan bersabda bahwa unta itu diperintah Allah. Di tempat unta berhenti itulah masjid dibangun, di atas tanah milik dua anak yatim yang beliau beli, bukan diambil begitu saja. Awalnya beratap pelepah kurma dan berdinding tanah. Kini menjadi masjid terbesar kedua di dunia.
- Satu salat di Masjid Nabawi bernilai seribu kali salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.
- Masuk dengan kaki kanan, keluar dengan kaki kiri, sambil membaca doa masuk dan keluar masjid.
Raudhah Area antara mimbar dan rumah Rasulullah, "taman dari surga".
Rasulullah bersabda bahwa area antara rumah dan mimbar beliau adalah satu taman dari taman-taman surga. Kini ditandai karpet berwarna hijau muda yang berbeda dari karpet merah di bagian lain masjid.
- Masuk Raudhah wajib memesan tasreh lewat aplikasi Nusuk terlebih dahulu, dengan jadwal dan kuota yang ditentukan.
- Waktu di dalam dibatasi. Manfaatkan untuk salat dua rakaat dan berdoa, jangan berlama-lama berfoto.
Makam Rasulullah Makam Nabi bersama Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Rasulullah wafat di kamar Aisyah dan dimakamkan di tempat beliau wafat, sesuai sabda bahwa nabi dimakamkan di tempat ia wafat. Abu Bakar dan Umar kemudian dimakamkan berdampingan. Ketiganya kini berada di dalam kompleks Masjid Nabawi.
- Ucapkan salam dengan suara pelan sambil berjalan, jangan berhenti lama karena menghambat jamaah di belakang.
- Berdoa ditujukan kepada Allah, bukan kepada penghuni makam.
Masjid Quba Masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam.
Dibangun Rasulullah segera setelah tiba dari Makkah, sebelum memasuki kota Madinah. Beliau ikut mengangkat batu bersama para sahabat. Inilah masjid yang disebut Al-Qur'an sebagai masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama.
- Rasulullah bersabda bahwa siapa bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba dan salat di dalamnya, pahalanya seperti umroh.
- Berwudhulah dari hotel agar mendapat keutamaan tersebut.
Masjid Qiblatain Tempat turunnya perintah perpindahan kiblat.
Selama enam belas bulan di Madinah kaum muslimin salat menghadap Baitul Maqdis. Di masjid inilah, ketika Rasulullah sedang salat, turun perintah memindahkan kiblat ke Masjidil Haram. Beliau berputar di tengah salat, dan seluruh makmum mengikuti.
Jabal Uhud Lokasi Perang Uhud dan makam para syuhada.
Pada tahun ke-3 Hijriah, kemenangan kaum muslimin berbalik menjadi kekalahan karena pasukan pemanah meninggalkan pos mereka demi mengambil rampasan perang. Tujuh puluh sahabat gugur, termasuk Hamzah, paman Rasulullah. Tentang gunung ini beliau bersabda: "Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya."
- Kompleks makam syuhada berada di kaki gunung dan terbuka untuk ziarah.
- Pelajaran Uhud adalah tentang taat pada perintah pemimpin, bukan sekadar tempat berfoto.
Pemakaman Baqi Pemakaman utama Madinah, tempat ribuan sahabat dimakamkan.
Di sinilah dimakamkan istri-istri Rasulullah, putra-putri beliau, Utsman bin Affan, dan ribuan sahabat lainnya. Rasulullah kerap menziarahinya di malam hari dan mengucapkan salam kepada penghuninya.
- Terletak di sisi timur Masjid Nabawi dan dibuka pada waktu tertentu.
- Ziarah untuk mengingat kematian dan mendoakan, bukan meminta kepada yang telah wafat.
Masjid Khandaq (Tujuh Masjid) Lokasi parit pertahanan pada Perang Ahzab.
Menghadapi koalisi sepuluh ribu pasukan, Salman al-Farisi mengusulkan menggali parit di sisi utara Madinah yang terbuka. Seluruh kaum muslimin menggali bersama dalam keadaan lapar dan dingin, termasuk Rasulullah yang mengganjal perutnya dengan batu. Koalisi itu akhirnya bubar diterpa angin tanpa pertempuran besar.
Kebun Kurma Madinah Perkebunan kurma yang menjadi penopang kehidupan kota.
Madinah dikenal sebagai kota kurma sejak masa Rasulullah. Kurma Ajwa disebut secara khusus dalam hadis tentang keutamaannya. Kebun kurma juga menjadi saksi kisah Salman al-Farisi yang menebus kemerdekaannya dengan menanam ratusan pohon kurma dibantu langsung oleh Rasulullah.
- Banyak kebun membuka penjualan langsung kepada jamaah.