Wisata Religi
Museum, situs ziarah, dan tempat bersejarah untuk hari kosong di sela ibadah.
Wisata Religi
Museum, situs ziarah, dan tempat bersejarah untuk hari kosong di sela ibadah.
Jam buka dan syarat masuk berubah-ubah, apalagi pada musim haji. Tanyakan ke pembimbing rombongan sebelum berangkat ke salah satu tempat ini.
Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah
Tempat kiswah Ka’bah ditenun dan disulam setiap tahun.
Di sinilah kain penutup Ka’bah dibuat: sutra hitam ditenun, benang emas dan perak disulam menjadi kaligrafi ayat Al-Qur’an. Pengunjung bisa melihat langsung para penyulam bekerja pada bentangan kain sepanjang beberapa meter.
- Terletak di kawasan Umm al-Joud, sekitar 30 menit dari Masjidil Haram.
- Masuk umumnya gratis, tetapi perlu izin atau rombongan terjadwal.
Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci
Potongan asli Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dari masa ke masa.
Menyimpan benda-benda asli yang pernah menjadi bagian dua masjid suci: tiang kayu Masjid Nabawi, tangga Ka’bah, pintu lama, dan mimbar. Melihatnya membuat perubahan bentuk kedua masjid selama berabad-abad menjadi nyata, bukan sekadar cerita.
- Berada di kawasan yang sama dengan kompleks kiswah.
- Sebagian benda tidak boleh difoto; ikuti petunjuk petugas.
Museum Wahyu, Distrik Budaya Hira
Kisah turunnya wahyu, tepat di kaki Jabal Nur.
Dibuka beberapa tahun terakhir di kaki gunung tempat Gua Hira berada. Menyajikan perjalanan wahyu pertama lewat pameran multimedia, replika gua, dan penjelasan tentang penghimpunan Al-Qur’an.
- Pilihan yang baik bagi jamaah yang tidak sanggup mendaki Jabal Nur.
- Tersedia penjelasan dalam beberapa bahasa.
Museum Menara Jam Makkah
Astronomi dan penanggalan Islam di dalam menara jam raksasa.
Berada di dalam Abraj Al Bait. Menjelaskan cara kerja jam terbesar di dunia itu, sejarah penanggalan hijriah, dan alat-alat astronomi Islam klasik. Dari dek atasnya terlihat Masjidil Haram dari ketinggian.
- Berbayar, dan paling mudah dijangkau karena menyatu dengan pusat perbelanjaan di depan Masjidil Haram.
Jabal Nur dan Gua Hira
Tempat wahyu pertama diturunkan.
Gua kecil di puncak Jabal Nur, tempat Rasulullah ﷺ menyendiri dan menerima wahyu pertama. Pendakiannya cukup berat: jalur berbatu dengan anak tangga tidak rata, memakan satu sampai dua jam.
- Mendaki bukan bagian dari manasik dan tidak berpahala khusus.
- Hindari siang hari. Bawa air lebih banyak dari perkiraan Anda.
- Tidak disarankan bagi jamaah lansia atau berpenyakit jantung.
Jabal Tsur
Gua persembunyian Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar saat hijrah.
Di gua inilah keduanya bersembunyi tiga malam dari kejaran Quraisy, peristiwa yang diabadikan dalam surah At-Taubah ayat 40. Letaknya di selatan Makkah, dengan pendakian yang lebih berat daripada Jabal Nur.
- Umumnya cukup dilihat dari kaki gunung; sebagian besar rombongan tidak mendaki.
Masjid Hudaibiyah
Tempat Perjanjian Hudaibiyah dan Baiat Ridwan.
Berada di kawasan Asy-Syumaisi, di batas tanah haram sebelah barat. Di sinilah perjanjian yang semula terasa merugikan kaum muslimin ternyata membuka jalan kemenangan besar. Kini juga menjadi salah satu miqat bagi yang hendak berumroh dari Makkah.
- Sering dipakai rombongan untuk mengambil miqat umroh kedua.
Masjid Ji’ranah
Miqat yang dipakai Rasulullah ﷺ untuk berumroh.
Terletak di timur laut Makkah. Rasulullah ﷺ berihram dari sini setelah pembagian harta rampasan Perang Hunain. Menjadi pilihan miqat yang lebih sepi dibanding Tan’im.
- Sekitar 45 menit berkendara dari Masjidil Haram.
Masjid Tan’im (Masjid Aisyah)
Miqat terdekat untuk umroh kedua dan seterusnya.
Dinamai demikian karena dari sinilah Aisyah r.a. berihram atas perintah Rasulullah ﷺ. Inilah tempat yang paling banyak dipakai jamaah Indonesia untuk mengambil miqat umroh tambahan.
- Tersedia tempat mandi dan berganti kain ihram.
- Paling ramai setelah salat Isya.
Masjid Khaif, Mina
Masjid tempat tujuh puluh nabi pernah salat.
Berada di kaki gunung di Mina, dekat Jumrah Sughra. Disebutkan dalam riwayat bahwa tujuh puluh nabi pernah salat di tempat ini. Jamaah haji melewatinya setiap hari selama hari tasyriq.
- Hanya ramai pada musim haji; di luar itu relatif sepi.
Kanal Ain Zubaidah
Saluran air sepanjang puluhan kilometer dari abad ke-9.
Dibangun atas perintah Zubaidah, istri Harun ar-Rasyid, untuk mengalirkan air ke Makkah dari mata air di pegunungan. Sistem ini menghidupi kota dan jamaah haji selama lebih dari seribu tahun.
- Sebagian jejaknya masih terlihat di kawasan Arafah dan sekitarnya.
Pemakaman Ma’la
Tempat dimakamkannya Khadijah r.a.
Pemakaman tertua di Makkah, tempat istri pertama Rasulullah ﷺ dan banyak sahabat serta ulama dimakamkan. Seperti Baqi’ di Madinah, makamnya tidak ditandai nisan.
- Berdoalah untuk penghuninya, bukan kepada mereka.
- Aturan masuk bagi perempuan mengikuti kebijakan setempat.
Pameran Asma’ul Husna
Sembilan puluh sembilan nama Allah dalam pameran interaktif.
Salah satu pameran di kawasan Masjid Nabawi yang menjelaskan makna tiap nama Allah lewat kaligrafi, cahaya, dan penjelasan berlapis. Ringkas, sejuk, dan cocok diisi di antara dua waktu salat.
- Masuk umumnya gratis.
Pameran Sirah Nabawiyah dan Peradaban Islam
Perjalanan hidup Rasulullah ﷺ dalam satu alur pameran.
Menyusun sirah dari kelahiran sampai wafatnya Rasulullah ﷺ, dilengkapi diorama Madinah masa awal, replika rumah, dan penjelasan perang-perang besar. Salah satu tempat terbaik untuk memahami urutan peristiwa sebelum berziarah.
- Sebaiknya dikunjungi di awal masa tinggal, supaya ziarah sesudahnya lebih bermakna.
Masjid Quba
Masjid pertama yang dibangun dalam Islam.
Dibangun Rasulullah ﷺ segera setelah tiba dari hijrah. Salat dua rakaat di sini disebutkan pahalanya seperti umroh (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah), dan Rasulullah ﷺ rutin mendatanginya tiap Sabtu.
- Berwudulah dari pemondokan supaya bisa langsung salat.
- Sekitar 10 menit berkendara dari Masjid Nabawi.
Masjid Qiblatain
Tempat turunnya perintah perpindahan kiblat.
Di masjid inilah perintah memindahkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah turun di tengah salat, dan Rasulullah ﷺ beserta jamaah berputar arah saat itu juga.
- Kini hanya ada satu mihrab; mihrab lama sudah tidak difungsikan.
Masjid Tujuh (Sab’ah Masajid)
Kumpulan masjid kecil di lokasi Perang Khandaq.
Berada di kaki Jabal Sala’, menandai tempat-tempat di sekitar parit yang digali kaum muslimin dalam Perang Khandaq. Kini sebagian telah digantikan satu masjid besar.
- Tidak ada keutamaan khusus salat di sini; nilainya pada sejarahnya.
Jabal Uhud dan Makam Syuhada
Medan Perang Uhud dan makam Hamzah r.a.
Gunung yang disebut Rasulullah ﷺ mencintai kita dan kita mencintainya. Di kakinya terdapat makam tujuh puluh syuhada Uhud, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib r.a. Di seberangnya terlihat Bukit Rumat, tempat pasukan pemanah meninggalkan posisinya.
- Paling nyaman dikunjungi pagi hari.
- Banyak pedagang; tetap jaga barang bawaan.
Pemakaman Baqi’
Tempat dimakamkannya ribuan sahabat dan keluarga Nabi ﷺ.
Terletak persis di sebelah timur Masjid Nabawi. Di sinilah Utsman bin Affan, putra-putri Rasulullah ﷺ, istri-istri beliau, dan ribuan sahabat dimakamkan — tanpa nisan, sesuai sunnah.
- Dibuka pada waktu tertentu setiap hari.
- Ucapkan salam dan doakan penghuninya.
Kebun Kurma Madinah
Perkebunan kurma yang bisa dimasuki pengunjung.
Tersebar di sekitar Quba dan jalan menuju Uhud. Pengunjung bisa melihat pohon kurma dari dekat, mencicipi berbagai jenis, dan membeli langsung — termasuk kurma ajwa yang disebutkan dalam hadis.
- Harga di kebun belum tentu lebih murah daripada di pasar kurma.
- Cicipi dulu sebelum membeli dalam jumlah besar.
Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd
Tempat mushaf dicetak dan dikirim ke seluruh dunia.
Percetakan Al-Qur’an terbesar di dunia, menghasilkan jutaan mushaf setiap tahun dalam puluhan bahasa terjemahan. Pengunjung dapat melihat proses pencetakan, penjilidan, dan pemeriksaannya.
- Kunjungan biasanya hanya untuk rombongan dan perlu izin sebelumnya.
- Pengunjung umumnya mendapat satu mushaf sebagai kenang-kenangan.
Masjid Ghamamah
Tempat Rasulullah ﷺ salat Id dan salat istisqa.
Berada beberapa ratus meter dari Masjid Nabawi. Namanya berarti "awan", merujuk pada awan yang menaungi saat Rasulullah ﷺ memohon hujan di tempat ini.
- Cukup dekat untuk dijangkau berjalan kaki.
Kota Tua Al-Balad
Kawasan bersejarah dengan rumah karang berjendela kayu roshan.
Pusat Jeddah lama yang diakui UNESCO. Rumah-rumahnya dibangun dari batu karang laut dengan jendela kayu berukir yang menahan panas. Dahulu inilah gerbang jamaah haji yang datang lewat laut.
- Paling nyaman menjelang magrib.
- Banyak kedai kopi dan pasar rempah di sekitarnya.
Masjid Terapung Jeddah
Masjid putih yang tampak mengapung di atas Laut Merah.
Dibangun di atas panggung di tepi Laut Merah sehingga tampak mengapung saat air pasang. Salah satu tempat paling banyak difoto jamaah Indonesia sebelum penerbangan pulang.
- Sering menjadi persinggahan terakhir rombongan sebelum ke bandara.
Kebun Mawar dan Pegunungan Taif
Kota sejuk di pegunungan, terkenal dengan mawar dan buahnya.
Berada di ketinggian sekitar 1.800 meter, udaranya jauh lebih sejuk daripada Makkah. Terkenal dengan kebun mawar yang disuling menjadi minyak mawar, serta kebun anggur dan delima. Di kota inilah Rasulullah ﷺ pernah ditolak dan dilempari, peristiwa yang diabadikan dalam sejarah sebagai ujian terberat beliau.
- Perjalanan darat dari Makkah sekitar dua jam melalui jalan pegunungan berkelok.
- Bawa jaket; malam hari bisa sangat dingin.